SAMBUTAN HANGAT
PRESIDEN MAHASISWA UGM 2017

 

“Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui
bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri..”

***

Assalamu’alaykum wr.wb.

Hidup mahasiswa Indonesia!
Hidup mahasiswa Gadjah Mada!
Hidup rakyat Indonesia!

Rekan-rekan mahasiswa Gadjah Mada sekalian. Melalui sambutan hangat ini, izinkan saya Alfath Bagus Panuntun El Nur Indonesia, Presiden Mahasiswa UGM terpilih menyampaikan gagasan tentang mewujudkan “Kolaborasi Kebaikan”. Gagasan ini akan saya bawa untuk mengarungi samudera kehidupan pergerakan mahasiswa melalui BEM KM UGM selama setahun ke depan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab dan maksud baik; untuk UGM dan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

Sebagaimana yang selalu saya sampaikan dalam berbagai kesempatan tentang pentingnya menjalani dan menjaga proses bernegara, tentang ikut serta melunasi janji kemerdekaan sesuai dengan kompetensi dan kesempatan yang tersedia, maka saya memilih menyatakan siap saat menghadiri sebuah kesempatan untuk ikut mewarnai arah pembangunan mahasiswa, kampus, bangsa dan negara. Keterlibatan ini saya tempuh dengan semangat agar aktivitas berdemokrasi di Gadjah Mada tetap menjadi sebuah keceriaan dan kebahagiaan bersama.

Alhamdulillah, Pemilwa telah berakhir dan Insya Allah menghasilkan orang-orang baik. Bukan yang sempurna, tetapi yang siap mewakafkan dirinya untuk ikut sumbangsih ide, gagasan, tenaga, waktu, pikiran bahkan materi. Jalan yang saya tahu selama ini tak mudah karena banyaknya halang-rintang. Tak jarang perjuangan ini banyak mendapatkan respons negatif hanya karena kehadirannya belum mampu sepenuhnya dirasakan oleh mahasiswa Gadjah Mada.

Dengan itu, adalah sebuah kehormatan bagi saya dan rekan-rekan pengurus BEM KM UGM ke depan untuk bisa mempertanggungjawabkan peran hari ini ketika diamanahi oleh rekan-rekan sekalian. Menghadirkan Keluarga Mahasiswa Gadjah Mada ke tengah mahasiswa melalui serangkaian kegiatan positif adalah kunci.

Kegiatan positif yang bersifat mengasah nurani untuk terus berempati kepada orang lain, sebagaimana cita-cita pendiri Gadjah Mada yang selalu berpihak kepada peri kehidupan rakyat. Tak kalah pentingnya, kegiatan pengkaryaan yang mampu menampung dan menyalurkan potensi minat-bakat mahasiswa UGM, serta kegiatan lain yang memerlukan kecerdasan intelektual dengan mengacu pada refleksi teoretis para pemikir begawan Bulaksumur yang diharapkan mampu menjaga garis idealisme perjuangan segenap civitas akademika UGM dan juga bisa dipraktikkan dalam menghadapi tantangan bangsa. Intinya, saya mengajak rekan-rekan sekalian untuk menjadi seorang “intelektual penggerak” yang tidak berdiri pongah di atas menara gading. Kita memilih jalan membumi untuk membersamai mereka yang dimiskinkan dan dibodohi secara struktural.

Saya selalu berharap bahwa perjuangan pergerakan mahasiswa adalah perjuangan yang mulia, bersih, bermartabat, berbudaya, beradab yang mampu mencerminkan mozaik tenun kebangsaan kita. Tidak adanya batas-batas yang mampu mendikotomikan perjuangan mahasiswa demi terciptanya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat. Sebab, saya meyakini bahwa orang-orang baik ada di mana pun dan kapan pun. Namun, selama ini mereka masih berjuang secara masing-masing. Maka, tugas kita ke depan adalah mempertemukan dan mengolaborasikan kebaikan itu dalam suatu wadah, yakni BEM KM UGM. Mari jadikan BEM KM UGM ini sebagai lembaga yang mampu mengorganisir kebaikan. Sebab, kejahatan yang terorganisir mampu mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir.

“Kami tidak mengharapkan sesuatu pun dari manusia, tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya, tidak juga popularitas, apalagi hanya sekedar ucapan terima kasih. Yang kami harap adalah, terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat serta kebaikan dari Allah Pencipta Alam Semesta..”

Semoga rahmat Allah senantiasa mengiringi perjalanan Keluarga Mahasiswa UGM ke depan. Semoga masih ada kesempatan bagi kita semua untuk berbuat lebih baik dengan banyak.

Wassalamu’alaykum wr.wb.

Salam Kebaikan!

Bulaksumur, 30 Desember 2016
Alfath Bagus Panuntun El Nur Indonesia
Presiden Mahasiswa UGM 2017